WAWASAN KEBANGSAAN

Bangsa merupakan sekelompok manusia yang mendiami wilayah sama dan memiliki cita-cita atau tujuan yang sama. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mendiami Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), bangsa Indonesia dipersatukan atas dasar rasa senasib dan sepenanggungan akibat penjajah bangsa barat yang memporak-porandakan kehidupan bangsa Indonesia.

Awal terbentuknya bangsa Indonesia bermula dari perkembangan sejarah yang cukup panjang. Penderitaan di dalam masa penjajahan bangsa lain selama beberapa abad, mendorong masyarakat untuk bangkit mencapai kemerdekaannya. Namun selama itu kemerdekaan tidak kunjung tercapai, karena perjuangan dilaksanakan secara daerah demi daerah, suku demi suku, tanpa persatuan di antara mereka.

Memasuki abad ke-20 banyak pemuda Indonesia yang memperoleh pendidikan di Eropa, sehingga memperoleh cakrawala mereka tentang perlunya suatu organisasi kebangsaan sebagai langkah awal menuju ketingkat merdeka. Oleh karenanya pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah Budi Utomo sebagai awal dari kebangkitan nasional dalam rangka mencerdaskan masyarakat dengan pendidikan yang berkelanjutan. Selanjutnya, pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan kongres yang dihadiri oleh para pemuda Indonesia diantaranya Jong Java, Jong Sumatranend bond, Jong Celebes, Jong Ambon, dan organisasi pemuda lainnya. Para pemuda bertekad untuk mempersatukan bangsa Indonesia melalui ikrar yang disebut Sumpah Pemuda yang isinya sebagai berikut :

1.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.

2.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Wawasan Kebangsaan adalah Wawasan Nasional bangsa Indonesia yaitu Wawasan Nusantara yang mendasari sikap dan perilaku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dengan mengimplementasikan Wawasan Nusantara secara sungguh-sungguh diharapkan pencapaian tujuan nasional akan terjamin, identitas dan integritas bangsa dapat dipertahankan

Wawasan kebangsaan yang dibentuk dalam mewujudkan persatuan bangsa Indonesia selanjutnya terus berkembang, bukan sekedar dalam rangka berbangsa, melainkan mengarah kepada upaya ber-Negara, yaitu dengan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Konsep-konsep tentang wawasan kebangsaan terus disempurnakan setelah merdeka, wawasan kebangsaan dikembangkan untuk tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, yang dikenal dengan sebutan Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional NKRI.

Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional Indonesia dalam perkembangannya telah mengungkapkan beberapa hal yaitu :

1.      Pandangan hidup bangsa Indonesia

2.      Manifestasi diri terhadap lingkungannya dan eksistensinya sebagai bangsa

3.      Wawasan bangsa Indonesia sebagai suatu bangsa yang telah menegara, merdeka dan berdaulat.

Wawasan Nusantara memiliki peran penting dalam kelanjutan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia.

Sebagai wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional, Wawasan Nusantara bersumber pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, mencangkup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti bahwa :

1.      Kebulatan Wilayah Nusantara dengan segala isinya dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.

2.      Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berkomunikasi dalam dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti seluas-luasnya.

3.      Bangsa Indonesia secara psikologis harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. Pancasila satu-satunya ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuan. Kehidupan politik yang ada di seluruh wilayah nusantara merupakan satu kesatuan poltik yang penyelenggaranya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi pada kepentingan nasional. Bangsa Indonesia ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik bebas dan aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.

Sedangkan Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti Kekayaaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif merupakan modal dan milik bersama bangsa, yang mampu menyediakan keperluan hidup sehari-hari secara merata di seluruh wilayah tanah air. Perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Perwujudan Kepulauan Nusantara Satu Kesatuan Sosial dan Budaya dalam arti bahwa :

Masyarakat Indonesia adalah satu dimana perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa. Budaya Indonesia hakikatnya satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang harus kita akui sebagai budaya bangsa Indonesia merupakan modal dan landasan pengembangan budaya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan, dalam arti bahwa :

Ancaman terhadap satu pulau atau daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara yang harus dihadapi oleh seluruh warga negara berdasarkan kepada hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: