MASALAH DEMOKRASI

MASALAH DEMOKRASI

Masalah Demokrasi

Demokrasi artinya pemerintah rakyat. Maksudnya ialah bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya, termasuk dalam menilai kebijaksanaan pemerintah dan Negara, oleh karena kebijaksanaan ini menentukan kehidupan rakyat itu. Dalam zaman penjajahan Belanda, boleh dikatakan segala-galanya di Indonesia ini tergantung pada Negeri Belanda. Soal-soal bagaimana menyelenggarakan pemerintahan, bagaimana mengatur perbelanjaan, bagaimana  menghadapi kongsi minyak, bagaimana kekuatan angkatan perang dan sebagainya, ditentukan oleh Negeri Belanda.

Terhadap kenyataan ini umumnya cerdik cendikiawan kita yang telah mengerti bagaimana pemerintahan itu seharusnya dipandang dari sudut kepentingan rakyat , menuntut hak-hak politik bagi rakyat Indonesia sendiri. Tuntutan ini berbeda-beda coraknya, mulai dari tuntutan sekedarnya yaitu yang terbatas pada hak-hak politik tertentu seperti misalnya hak pilih sampai kepada tuntutanyang sebesar-besarnya, yaitu melepaskan diri dari kerajaan Belanda; dengan kata lain : Merdeka. Tuntutan-tuntutan sedemikian disalurkan di abad ke-20 ini melalui apa yang disebutkan partai. Pembicaraan mengenai masalah demokrasi pada umumnya, seperti yang dikemukakan oleh para pemimpin kita di masa jajahan Belanda itu, tidak lepas darimasalah partai. Oleh sebab itu baiklah kita bicarakan lebih dahulu masalah partai ini.

a. Partai

Suara atau pendapat rakyat banyak sukar didengar. Kata banyak kata bergalau, kata pepatah ; maksudnya, kata banyak itu sukar diketahui apa sebenarnya wujudnya dan maksudnya. Kata sedemikian itu mengehendaki penyaringan dan pembulatan lebih dahulu ; penyaringan untuk menapis mana yang memang perlu diperhatikan dan mana yang dapat dikesampingkan begitu saja ; pembulatan, agar suara atau pendapat yang bergalau, dan akibatnya berpencar itu, dapat disederhanakan jumlahnya.

Penyaringan dan pembulatan itu dilakukan dengan membentuk partai. Dalam partai dibahas satu-satu masa-masa, sehingga pendapat-pendapat anggota serta pemimpin bisa keluar untuk dibanding. Pendapat yang lemah, yang kurang beralasan, akan dikesampingan oleh pendapat yang lebih kuat, yang lebih mempunyai alasan. Dengan jalan ini pendapat yang lemah itu tidak mendapat tempat lagi. Penyisihan dan pengesampingan inilah yang dimaksud dengan penyaringan.

Pendapat-pendapat yang banyak itu bisa bersimpang siur jalannya. Yang satu hendak ke kiri, yang lain hendak ke kanan. Pendapat seperti ini kurang mempunyai arti, dan bila disampaikan pun kepada orang lain akan mungkin hilang. Dalam hal pertama, yaitu dalam hal pendapat-pendapat itu bersimpang siur, bisa diusahakan pembulatannya melalui perbincangan. Dicari persesuaian lebih dahulu sehingga pendapat itu tidak pecah-pecah. Disinilah antara lain letak fungsi sesuatu partai.

Di samping fungsi penyaringan dan pembulatan ini, partai merupakan pula tempat berkumpul orang-orangyang secita-cita, seideologi. Sebagaimana pendapat yang bergalau tadi telah dikurangi atau disederhanakan jumlahnya, demikian pula ideology akan lebih sederhana kelihatan dengan adanya partai. Karena partai merupakan himpunan orang-orang yang seideologi sehingga secara kasarnya dapat dikatakan bahwa sebanyak partai sebanyak itu pula masyarakat bersangkutan  mempunyai ideology.

Fungsi lain dari partai adalah member penerangan dan didikan kepada orang ramai, baik ia anggota ataupun bukan anggota, mengenai masalah-masalah yang perlu mendapat perhatian masyarakat. Selain itu fungsi partai yang lain adalah untuk dapat memenangkan suatu pemilihan. Partai dapat memberikan saringan tentang orang-orang yang hendak dipilih itu dengan jalan mencari calonnya yang tepat di dalam atau dari luar partai yang akhir ini dengan dukungan partai bersangkutan.

b. Demokrasi

Dalam zaman pergerakan kemerdekaan dahulu, demokrasi sering juga diartikan  kedaulatan rakyat. Bahwa rakyat berdaulat, dan bukan pemerintah, adalah pendapat yang seakan dengan sendirinya saja diterima oleh bangsa kitapada masa itu. Tuntutan-tuntutan terhadap pemerintah Hindia Belanda dalam bidang politik memperlihatkan pengakuan akan pendapat ini.

Dalam sebuah mosi tahun 1918 yang terkenal dengan nama mosi Tjokroaminoto, wakil Sarekat Islam dalam Dewan rakyat, dikatakan bahwa ‘’secepat-cepatnya harus disusunnya suatu Parlement yang dipilih di antara dan oleh rakyat dengan hak menentukan hokum sepenuh-penuhnya dan dibangunkan suatu pemerintah yang menanggung jawab pada Parlement tersebut’’. Pendirian ini tampaknya oleh segenap golongan dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia mendapat persetujuan pada masa-masa berikutnya. Walaupun belum terperinci benar, namun pokok-pokoknya jelas, yaitu :

1.      Hak pilih penuh pada rakyat

2.      Hak parlemen penuh sebagai badan penbentuk undang-undang (legislative)

3.      Hak parlemen penuh sebagai pemegang kekuasaan tertinggi terhadap siapa pemerintah harus bertanggung jawab.

Baiklah kita coba meneliti pokok-pokok pemikiran tentang demokrasi yang dikemukakan oleh pemimpin-pemimpin  kita dahulu. Dalam karangannya ‘’Kearah Indonesia Merdeka’’ Hatta mengemukakan sebuah istilah kedaulatan rakyat. Artinya pemimpin memang berkeyakinan bahwa rakyatlah di dalam sesuatu Negara yang harus berdaulat, dan oleh sebab itu perbaikan nasib rakyat, dan apapun  juga yang berhubungan dengannya bergantung pada rakyat sendiri.

Kedaulatan rakyat itu hanya mungkin dicerminkan pada tingkat akhir dalam satu lembaga saja, secara nasional, secara daerah di dalam dewan perwakilan rakyat tingkat daerah. Dewan-dewan perwakilan ini mempunyai cara kerja sendiri, batasan-batasannya ditetapkan oleh suatu peraturan khusus. Barangkali juga untuk peraturan-peraturan dasar atau pokok dalam Negara bersangkutan perlu diadakan suatu dewan perwakilan khusus bekerja untuk itu yaitu konstituante yang membentuk undang-undang dasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: